Mentafakkuri Hari Ini


Mentafakkuri hari ini - Bila di tafakuri, hidup di zaman ini ternyata sangat nikmat dan sangat berharga. Bila membaca sejarah masa lalu, orang sangat menderita dan hampir tidak berpikiri mengenai kelanjutan hidupnya di hari esok.

Baca Juga :


Mengenai hal yang menyangkut kekufuran, ternyata bukan masalah yang melulu bersumber pada harta dan kekayaan, namun juga berdasar pada keadilan dalam penyampaian ilmu pengetahuan, khususnya mengenai hukum yang bersumber pada norma agama.

Media komunikasi dan telekomunikasi saat ini yang sudah semakin berkembang, bila disikapi dengan baik, maka disinilah tempat untuk menyampaikan norma agama secara jujur dan bijak, bukan dengan cara pemaksaan dan meniadakan peran yang telah dilakukan banyak orang mengenai pengamalan nilai2 keagamaan.

Banyak di antara kalangan awam yang tidak membutuhkan dalil, tetapi lebih membutuhkan cara-cara konkrit mengenai pengamalan dari tatacara penghambaan kepada Tuhannya agar ibadahnya bisa maksimal secara kwalitas dan kuantitas. Tentu saja berdasar pada tinggatan dimana dia berada.

Akibatnya, bagaikan bayi yang baru lahir dan dipaksa untuk makan nasi dengan sambal dari pada menurut, lebih baik menangis dan menghindar.

Ini hanyalah sekelumit dari keresahan yang saat ini sedang mendilema di benakku. Karena ada teman yang ingin sekali mendekat dengan tuhannya, kemudian mencari solusi mengenai bagaimana agar di bisa mendekat dengan status sebagai manusia yang sudah mamalang dan melintang dalam kesesatan pergaulan.

Maksud baiknya tidak di sambut dengan baik oleh mereka yang merasa paling suci, malah dikerdilkan dengan sebutan kafir dan atheis. Bahkan salah satunya mengatakan bahwa tato yang ada di tubuhnya, selama itu masih ada, maka bumipun tidak akan mau menerimanya.

Dari sini mungkin mawas diri dan lebih instrosfeksi dan evaluasi untuk kesalahan dan kekeliruan diri ini lebih utama daripada harus cape memandang kekurangan orang.

Posting Komentar untuk "Mentafakkuri Hari Ini "