Menggapai Harapanmu Yang Terlewat

Akhir kalimat dalam lamunanku malam ini "Menggapai Harapanmu Yang Terlewat" sebagai kesimpulan pengantar mimpi.

Menggapai Harapanmu Yang Terlewat

Malam - malam yang sunyi kujalani dengan pekikan keheningan yang menyelimuti. Sesekali menyapa rasa dalam kekakuan metafisik.

Ini adalah malam ke-7 semenjak ponakanku pulang kekampung halamannya untuk melepas rindu kepada keluarganya. Kepergiannya membuat kesendirianku semakin menjadi.

Dia seakan menjadi benteng dari serangan keresahan dan kegalauan batinku, dimana kesendirian ini sering memuncak dalam kekalutan pikir ditebing penyesalan mendalam.

Tiba dimasa ini, bayang-bayang masa lalu semakin nyata menghantui jiwaku, dengan beribu tanya, mengapa aku tidak melakukan ini dan itu?, sehingga aku terjebak dalam keadaan seperti saat ini!

Sering juga muncul keinginan untuk menyalahkan orang lain serta mereka yang mempengaruhi perjalanan hidupku selama ini.

Aku merasa kebanyakan mereka hanya menanamkan kekakuan yang akhirnya mengerdilkan karakter dari keutuhan diriku yang sebenarnya.

Mulai dari orang tua yang sering membatasi kegiatan bermainku dimasa kecilku dulu, bahkan hingga masa remaja. Semuanya dengan dalil akhlak yang menakutkan. Namun, tidak memberikan arahan untuk menghadapi persoalan yang akan aku hadapi dikemudian hari.

Guru ngajiku yang dengan tegas memberikan pengajaran mengenai kehidupan akhirat tanpa memikirkan pemahaman mengenai bagaimana mengelola kehidupan dunia untuk kehidupan akhirat itu, selain harus menghindari kegiatan duniawi.

Penafsiran yang salah dari seorang anak seperti aku pada waktu itu, pun diamini oleh mereka bahwa diamku dan nurutku adalah baik dan merupakan alamat keshalihan. Padahal itulah awal penjara yang menghadangku untuk berkembang dan berkepribadian.


BISIKAN JIWA

Ahh.. sudahlah jangan terlalu dipikirkan lagi!

Fokus, fokuslah pada dirimu saat ini, agar tidak terlalu tertinggal dan banyak kehilangan kesempatan diesok hari.

Setidaknya, hari ini masih bisa kau miliki dan kau jalani dengan helaan nafas yang lancar.

Tidak usah memandang lagi ke masa lalu, selain hal-hal baik yang akan memotifasi dirimu dan membuatmu lebih bersemangat untuk menjalani sisa waktumu.

Bangkit dan melangkahlah, tinggalkan beban rasa yang memberatkanmu, biarkan dirimu melangkah dengan gesit menelusuri jalan harapanmu. 

Jaraknya pasti tidak jauh lagi, kamu akan segera menggapai harapanmu yang terlewat itu. 

Posting Komentar untuk "Menggapai Harapanmu Yang Terlewat"